TUGAS 3
KLOMPOK 5
Bab 11-12
Komunikasi Lisan dan Negosiasi
Biasanya
pada suatu pertemuan ataupun rapat, setiap peserta harus menyadari
posisinya masing2 dalam suatu forum. Masing2 peserta harusnya ;
1.
Mampu berperan sebagai komunikan yang sangat responsif
dan tidak emosional.
2.
Mampu berperan sebagai komunikator yang berpatispasi
aktif namun tidak memonopoli pembicaraan.
3.
Mampu berkomunikasi secara jujur, terbuka dan
bertanggung jawab.
4.
Mampu mengendalikan diri, dan menghindarkan terjadinya
debat, serta tidak berbicara bertele-tele.
5.
Mampu berperan sebagai penyelaras yang sangat
bijaksana dan adil namun tidak kehilangan pendirian.
Komunikasi
Lisan dalam Wawancara
Pada
dasarnya wawancara merupakan suatu obrolan biasa, tapi dengan topik yang
tertentu, dan ada pihak yang akan bertanya (pewawancara) dan pihak lain
yang harus menjawab, memberi informasi, atau menjelaskan.
Berikut ini
adalah beberapa sikap wawancara yang baik dan benar, antara lain :
- Fokus pada lawan bicara
- Fokus pada topik pembicaraan
- Tidak boleh memotong pembicaraan
- Gunakan volume suara yang baik (tidak berbicara terlalu keras)
- Sabar
- Lakukan verivikasi jika ada kekurangan atau kesalahan
- Tidak boleh menyakiti hati responden
- Hidari bahasa yang menggurui responden
- Hidari kata-kata kasar (kotor)
- Bersikap ramah
- Hindari sikap rakus
- Hidari tatapan yang aneh sperti menyelidik/melotot/cligak clinguk
- Dan yang terakhir Ucapkan terimakasih
Komunikasi
Lisan dalam Bernegosiasi
Menurut
Oliver Negosiasi adalah sebuah transaksi dimana kedua belah pihak yang
melakukan komunikasi mempunyai hak atas hasil akhir. Sedangkan menurut Casse
bahwa negosiasi itu ialah proses dimana paling tidak ada dua pihak dengan
persepsi, kebutuhan, dan motivasi yang berbeda mencoba untuk bersepakat tentang
suatu hal demi kepentingan bersama. Sementara Stephen Kozicki mengatakan
Negosiasi merupakan suatu seni dalam mencapai persetujuan dengan
memecahkan berbagai perbedaan melalui kreatifitas.
Berikut ini adalah beberapa Tujuan dari adanya Negosiasi :
Berikut ini adalah beberapa Tujuan dari adanya Negosiasi :
1. Untuk
menemukan suatu kesepakatan antara kedua belah pihak
2. Untuk
memenuhi harapan/keinginan antara kedua belah pihak
3. Untuk
mendapatkan sebuah keuntungan atau menghidari kerugian.
Biasanya
dalam melakukan negosiasi setidaknya terdapat 6 tahapan yang penting yang harus
dilakukan :
1. Persiapan
1. Persiapan
Yang
dimaksud persiapan itu ialah meliputi, Mengumpulkan atau mencari informasi,
Menentukan tim negosiasi, Mengusahakan lebih banyak untuk mengenal profil pihak
lawan, tujuannya adalah agar tumbuh kepercayaan diri & kesiapan dalam
melakukan negosiasi.
2. Kontak pertama
Tahap ini adalah tahap pertemuan secara langsung
antara kedua belah pihak yang terlibat dalam proses negosiasi. Lalu ada yg
namanya Tahap penilaian, dimana pada tahap ini akan muncul kesan pertama antara
kedua belah pihak.
3. Konfrontasi
Tahap ini adalah tahap dimana sering terjadinya adu
argumen antara kedua belah pihak terhadap segala sesuatu yang dinegosiasikan.
Lalu pada tahap ini juga biasanya terdapat perbedaan dan berpotensi semakin
panasnya perdebatan.
4. Konsiliasi
Yang dimaksud konsoliasi adalah melakukan tawar
menawar utk memperoleh kesepakatan yang betul2 disepakati dan bermanfaat bagi
kedua belah pihak.
5.
Solusi
Pada tahap ini kedua belah pihak mulai saling menerima
dan memberi, atau dimana para negosiator mulai menemukan kesepakatan bagi kedua
belah pihak dengan cara mereka masing2, dengan mengembangkan sikap
relasional dan bersikap saling memberi solusi terbaik bagi kedua belah
pihak.
6.
Pasca Negosiasi
Tahap ini adalah tahap terakhir dari suatu negosiasi
yaitu bentuk konsolidasi bagi kedua belah pihak, memastikan masing2 pihak
berkomitmen atas segala yg sudah disepakati.
KETRAMPILAN BERNEGOSIASI
Berikut terdapat 2 jenis ketrampilan bernegosiasi
antara lain :
1. Skill Convensional :
- Menggunakan pertanyaan terbuka
- Menafsirkan atau merumuskan kembali perkataan negosiator lawan dengan kata-kata sendiri
- Diam setelah suatu pertanyaan dibuat oleh lawan negosiator.
- Menyimpulkan dari waktu kewaktu, dan membuat catatan penting selama negosiasi
- Menyatakan perasaan dan emosi untuk meredakan ketegangan dan membentuk rasa percaya diri.
2. Skill Nonconvensional :
- Menunjukkan salah pengertian tentang maksud pihak lawan dengan perumusan ulang pertanyaan dan kesimpulan yang salah.
- Membesar-besarkan apa yang dikatakan oleh negosiator lawan
- Menggunakan kata-kata yang over stateman seperti selalu, tidak pernah,tidak mungkin, dll.
- Membuat gerakan yang tak terduga, misalnya beralih ke hal lain tanpa diduga.
- Menghujani pihak lawan dengan banyak pertanyaan atau bias jua terlalu banyak informasi yang menimbulkan kebingungan
BAB 13
KOMUNIKASI DALAM TULISAN
Penuliisan Kabar Atau Berita
Penulisan
berita juga termasuk salah satu bentuk komunikasi. Dalam penulisan berita,
nilai berita digunakan untuk mengukur layak tidaknya suatu tulisan diangkat
menjadi berita. Semakin tinggi nilai berita yang dikandung dalam sebuah
peristiwa semakin kuat tersebut dianggkat sebagai berita.Sebaliknya, semakin
rendah nilai beritanya semakin rendah pula peristiwa tersebut diangkat sebagai
berita.
1.
Unsur-Unsur Berita
Sebuah berita memenuhi unsur-unsur
berita yang dikenal dengan 5W+1H.
What = Apa yang terjadi
Where = Dimana hal itu terjadi
When = Kapan peristiwa itu
terjadi
Who = Siapa yang terlibat
dalam kejadian itu
Why = Kenapa hal itu terjadi
How = Bagaimana peristiwa itu
terjadi.
2.
Struktur Naskah Berita
·
Judul berita (head)
·
Teras berita (lead)
·
Isi berita (body)
3.
Etika Menulis Berita
·
Objektif
Tulisan
berita harus objektif dan faktual atau dituliskan berdasarkan fakta dan data
yang benar – benar ditemukan di lapangan.
·
Cover Both Side
Tulisan
harus seimbang dan berusaha mencantumkan semua pihak yang terlibat dalam
peristiwa.
4.
Teknik Menulis Berita
·
Fact Organizing
Yaitu
pengorganisasian/pengumpulan fakta oleh wartawan yang akan menulis berita.
Apakah itu hasil interview, kejadian langsung, atau menggunakan data-data
tertulis.
·
Lead Decission
Yaitu penentuan lead
untuk teras berita. Ingat, gagal menentukan lead, bisa berarti gagal menulis
berita.
·
Word Selection
Yaitu pemilihan
kata-kata cocok untuk mendukung penulisan berita, usahakan alur yang runtut,
jangan melompat-lompat sehingga dapat mengganggu pemahaman pembaca.
·
Start To Write
Ambil
mesin ketik atau komputer, kertas, jika perlu referensi pendukung.
Konsentrasilah dalam menulis sehingga tidak keliru.
Penulisan Pesan Pesan
Persuasive
Menurut
Burgon dan Huffner komunikasi persuasif :
· Proses komunikasi yang bertujuan
mempengaruhi pemikiran dan pendapat orang lain agar
menyesuaikan pendapat dan
keinginan komunikator.
· Proses komunikasi yang mengajak atau
membujuk orang lain dengan tujuan mengubah sikap, keyakinan dan pendapat sesuai
keinginan komunikator.
Persuasif
bersumber dari istilah persuasio yang kata kerjanya adalah persuadere yang
berarti membujuk, mengajak atau merayu. Persuasi dapat juga digunakan untuk
mempengaruhi tindakan atau penilaian orang lain dengan cara berbicara atau
menulis kepada mereka secara verbal maupun non verbal.
Persiasif
dilakukan secara rasional dan secara emosional :
·
Secara Rasional
Komponen
kognitif pada diri seseorang dapat dipengaruhi. Aspek yang dipengaruhi berupa
ide ataupun konsep.
·
Secara Emosional
Menyentuh
aspek afeksi : yang berkaitan dengan kehidupan emosional seseorang. Melalui
cara emosional, aspek simpayi dan empati seseorang dapat digugah.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi efektifitas komunikasi persuasif :
- Kejelasan tujuan
- Memikirkan secara cermat orang-orang yang dihadapi
- Memilih strategi yang tepat
Komponen dalam
komunikasi persuasif :
·
Claim
Pernyataan
tujuan persuasif baik yang tersurat(eksplisit) maupun tersirat(implisit).
Misalnya : iklan yang menyatakan dengan lugas ajakannya untuk membeli suatu
produk atau jasa tertentu. Secara implisit misalnya : iklan rokok yang tidsk
pernah menyatakan terang-terangan untuk mengajak audience-nya merokok. Mereka
akan mengidentikkan dengan suatu fenomena menarik dan mudah diingat.
·
Warrant
Perintah
yang dibungkus dengan ajakan atau bujukan sehingga terkesan tidak memaksa.
Misalnya iklan yang diikuti dengan kata “ayo”, “mari” dan lain sebagainya.
Mengembangkan
pesan-pesan persuasif :
- Menetapkan Kredibilitas : Kredibilitas anda ditentukan oleh sejauh mana tingkat kepercayaan dan keandalan anda. Jika kredibilitas anda dihadapan audience diragukan, mereka akan cenderung skeptic dan tidak menerima begitu saja setiap apa yang anda sampaikan.
- Kerangka Argumentasi : Ketika telah mengumpulkan berbagai fakta, bukti dan temuan lainnya. Anda telah siap untuk membuat kerangka argumentasi. Kebanyakan pesan-pesan persuasif mengikuti rencana organiasional AIDA ( Attention, Interest, Desire, dan action ).
- Attention (perhatian) : pada fase ini anda harus dapat meyakinkan audiens segera dibagian permulaan bahwa anda mempunyai sesuatu yang berguna untuk disampaikan.
- Interest (minat) : pada fase ini menjelaskan relevansi pesan-pesan dengan audiens. Kembangkan pernyataan yang telah disampaikan pada fase pertama dengan lebih rinci.
- Desire (hasrat) : pada fase ini anda membuat audiens untuk mengubah keinginannya dengan menjelaskan bagaimana perubahan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang lebih baik bagi audiens.
- Action (tindakan) : pada fase ini anda menyarankan tindakan spesifik yang anda inginkan terhadap audiens anda.
Penyampaian Pesan
Persuasif :
- Internal Organisasi : menjual ide atau gagasan kepada orang lain (membujuk pimpinan menyediakan fasilitas IT), memberi saran agas SOP efisien, mengumpulkan suatu dukungan untuk kegiatan tertentu.
- Eksternal Organisasi : kegiatan untuk mendapatkan dana atau kerjasama ( FE Gunadarma melakukan kerjasama perusahaan untuk permagangan mahasiswa dalam rangka memperkenalkan mahasiswa dengan dunia bisnis dan memudahkan memperoleh pekerjaan).
- Pendekatan Dasar Komunikasi Persuasif
Menurut Aristotle ada 3
pendekatan dasar dalam komunikasi yang mampu mempengaruhi orang lain, yaitu :
- Logical Argument (logos) yaitu penyampaian ajakan dengan menggunakan argumentasi data-data yang ditemukan.
- Psychological/emotinal argument (pathos) yaitu penyampaian ajakan menggunakan efek emosi positif maupun negatif. Misalnya iklan yang menyenangkan, lucu dan membuat kita berempati.
- Argument based on credibility (ethos) yaitu ajakan atau arahan yang dituruti oleh komunikate/audiens karena komunikator mempunyai kredibilitas sebagai pakar dalam bidangnya. Contoh : kita menuruti nasehat medis dari dokter. Hal ini semata-mata karena kita mempercayai kepakaran seseorang dalam bidangnya.
Etika Komunikasi
Persuasif
Adalah seperangkat
aturan-aturan dalam mempraktekan komunikasi persuasif agar tidak menjadi
propaganda. Dalam prakteknya saat komunikasi persuasif dilakukan maka
komunikator tidak diperkenankan untuk :
1) Menggunakan
data palsu.
2) Tidak
diperkenankan secara sengaja menggunakan alasan yang meragukan atau tidak masuk
akal (tidak logis).
3) Tidak
diperkenankan menyatakan diri sebagai ahli pada subyek tertentu padahal bukan
ahlinya. Tidak diperkenankan juga mengaku telah diberi informasi oleh ahlinya
padahal tidak.
4) Tidak
diperkenankan untuk mengajukan hal-hal yang tidak berkaitan untuk mengalihkan
perhatian dari isu yang sedang menjadi perhatian.
5) Tidak
diperkenankan untuk meminta kepada target sasaran(pembaca/pemirsa) untuk
mengaitkan ide/proposal yang diajukan dengan nilai-nilai yang emosional,
motif-motif tertentu, atau tujuan yang sebenarnya tidak ada kaitannya.
6) Tidak
diperkenankan untuk menipu khalayak dengan menyembunyikan tujuan sebenarnya
atau kepentingan pribadi/kelompok yang diwakilkan, atau menggunakan posisi
pribadi sebagai penasehat saat memberikan sisi pandang tertentu.
7) Jangan
menutup-nutupi, membelokkan, atau sengaja menafsirkan dengan salah angka,
istilah, jangkauan, intensitas, atau konsekuensi logis yang mungkin diakibatkan
dimasa depan.
8) Tidak
diperkenankan untuk menggunakan pembelaan emosional yang tidak disertai bukti,
latar belakang, atau alasan yang tidak dapat diterima apabila target penerima
memiliki kesempatan dan waktu untuk menyelidiki subyek tersebut sendiri
kemudian menemukan sesuatu yang lain/bertentangan.
9) Tidak
diperkenankan untuk menyederhanakan sebuah situasi yang sebenarnya kompleks,
sehingga terlihat sebagai hitam dan putih saja, hanya memiliki dua pilihan atau
pandangan.
10)Tidak
diperkenankan untuk mengaku sebuah kepastian sudah dibuat padahal situasinya
masih sementara, dan derajat kemungkinan situasi masih dapat berubah sebenarnya
lebih akurat.
11)Tidak
diperkenankan menganjurkan sesuatu yang kita secara pribadi sebenarnya juga
tidak percaya.
C.
Korespondensi ( Surat
Menyurat )
Sehelai
kertas atau lebih yang di dalamnya tertulis suatu pesan, yang disajikan dalam format
yang khas, yaitu format surat. Pesan tersebut dapat berisi pemberitahuan,
penghiburan, pernyataan, permintaan, penawaran, penolakan, atau persetujuan.
Surat
adalah salah satu alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan suatu pesan dari
seseorang, satu pihak, atau suatu organisasi/instansi kepada orang, pihak, atau
organisasi/instansi lain.
Kemajuan
teknologi telah memberikan berbagai alternatif sarana penyampaian pesan,
seperti internet, telegram, faksimili, dan telepon.
Sebuah
surat dinilai efektif apabila pesan yang ingin dikomunikasikan penulis sampai
pada tujuannya, pembaca terhindar dari kesalahan menafsirkan.
Empat
hal penting dalam berkomunikasi dengan surat:
- Pengirim surat, yaitu orang atau lembaga yang menyampaikan pesan melalui surat
- Penerima surat, yaitu orang atau lembaga sasaran yang dikirimi surat
- Pesan, yaitu isi yang ingin disampaikan oleh pengirim
- Saluran, yaitu surat itu sendiri yang memuat pesan yang diformulasikan dalam ragam tulis dan disajikan dalam format surat yang sesuai dengan keperluan.
Surat yang menyangkut kepentingan tugas atau dinas disebut surat dinas atau surat resmi. Surat resmi yang baik memiliki ciri-ciri berikut.
- Menggunakan instrumen yang sesuai, yaitu ukuran, jenis, dan warna kertas, warna Memakai bentuk surat yang standar.
- Menggunakan ragam bahasa Indonesia baku dengan penyampaian yang singkat, lugas, jelas, dan santun, serta menyajikan fakta yang benar bila diperlukan.
- Menghindari kata-kata dan singkatan yang tidak umum.
- Memperhatikan kerapian tinta, serta bentuk tulisan (terutama bila menggunakan mesin ketik atau computer dan kebersihan surat.
Jenis-jenis Surat
1. Menurut
kepentingan dan pengirimannya, surat dapat dikelompokkan sebagai berikut.
a. Surat
pribadi, yaitu surat yang dikirimkan seseorang kepada orang lain atau suatu
organisasi/instansi. Kalau surat ditujukan kepada seseorang seperti kawan atau
keluarga, bahasa yang dipakai relative lebih bebas.
b. Surat
dinas pemerintah, yaitu surat resmi yang digunakan instansi pemerintah untuk
kepentingan adminstrasi pemerintahan.
c. Surat
niaga, yaitu surat resmi yang dipergunakan oleh perusahaan atau badan usaha.
d. Surat
sosial, yaitu surat resmi yang digunakan oleh organisasi kemasyarakatan yang
bersifat nirlaba (nonprofit).
2. Menurut
isinya, surat dapat dikelompokkan menjadi surat pemberitahuan, surat keputusan,
surat perintah, surat permintaan, surat panggilan, surat peringatan, surat
perjanjian, surat pengantar, surat penawaran, dan surat lamaran pekerjaan.
3. Menurut
sifatnya, surat dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
a. Surat
biasa, artinya surat dapat diketahui oleh orang lain selain yang dituju.
b. Surat
konfidential (terbatas), maksudnya, isi surat hanya boleh diketahui oleh
kalangan tertentu yang terkait saja.
c. Surat
rahasia, yaitu surat yang isinya hanya boleh diketahui oleh orang yang dituju.
4. Berdasarkan
banyaknya sasaran, surat dikelompokkan menjadi surat biasa, surat edaran, dan
surat pengumuman.
5. Berdasarkan
tingkat kepentingan penyelesaiannya, surat terbagi atas surat biasa, surat kilat,
dan surat kilat khusus.
6. Berdasarkan
wujudnya, surat terbagi atas surat bersampul, kartu pos, warkat pos,
telegram,faksimili, memo, dan nota.
7. Berdasarkan
ruang lingkup sasarannya, surat terbagi atas surat intern dan ekstern.
Korespondensi bisnis
Surat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
aktivitas manusia pada zaman modern ini. Didorong oleh tuntutan kebutuhan
ekonomi dan sosialnya, manusia akan menjalin hubungan yang semakin luas dengan
berbagai individu, baik yang berada disekitarnya maupun ditempat lain.
Falsafah dasar
Suatu organisasi atau perusahaan harus
mengadakan hubungan dengan organisasi atau perusahaan lain agar aktivitas
bisnisnya dapat berjalan dengan baik dan lancar. Didalam upaya menjalin dan
membina hubungan tersebut ‘surat’ masih memegang peranan yang penting disamping
penggunaan sarana komunikasi lainnya seperti telepon, faxcimili, internet dan
lainnya. Jadi yang dimaksud dengan ‘korespondensi bisnis’ pada dasarnya adalah
berbagai macam aktivitas pertukaran informasi dan data melalui media
surat-menyurat dalam menunjang aktivitas bisnis diantara suatu perusahaan
dengan perusahaan lainnya.
Surat merupakan alat komunikasi tertulis
yang berguna untuk menyampaikan informasi dari suatu pihak kepada pihak lain.
Informasi tersebut dapat berupa pemberitahuan, pengumuman, pernyataan,
permohonan, permintaan, laporan dan sebagainya. Dengan perantaraan surat,
setiap orang dapat langsung berkomunikasi dengan sesamanya tanpa harus bertatap
muka terlebih dahulu.
Surat biasanya juga sering dijadikan sebagai bukti otentik tertulis ‘hitam diatas putih’. Oleh karena itu, kata-kata dan kalimat dalam surat tersebut harus disusun secara efektif dan efisien serta disusun dengan baik dan teliti. Ketelitian dan kecermatan tersebut dibutuhkan untuk menjamin ketepatan isi surat sebagaimana yang diinginkan oleh pengirimnya.
Surat dapat mencerminkan ‘citra diri’
dari pengirimnya, menyadari hal tersebut perusahaan perlu bersikap selektif
dalam memilih sekretaris yang akan menangani aktivitas korespondensi atau surat
menyurat tersebut, Citra perusahaan dapat tercemar dan tercoreng apabila urusan
korespondensi dalam kegiatan bisnisnya ditangani oleh sekretaris yang tidak
menguasai teknik dan etika korespondensi. Surat sebagai suatu pesan yang
tertuang dalam bentuk tertulis kadang kala akan dibaca berulang-ulang oleh
penerimanya, oleh karena itu pengirim harus berusaha agar dapat memberikan
kesan yang baik dalam benak si penerima surat tersebut.
Menulis ‘surat’ yang baik tidak menuntut keahlian khusus seperti seorang pengarang novel, puisi, cerpen atau karya sastra lainnya, karena pada dasarnya ‘surat’ bukanlah sebuah karya sastra. Meskipun demikian, menyususn surat yang baik tidaklah sesederhana yang sering dibayangkan orang, karena ada aturan dan kebiasaan tertentu yang secara umum berlaku dan harus dipenuhi oleh setiap penulis surat.
Fungsi Surat
Surat berfungsi sebagai alat komunikasi
tertulis untuk menyampaikan pesan atau informasi dari suatu pihak kepada pihak
yang lainnya, oleh karena itu isi surat juga dapat mencerminkan citra diri,
kualitas serta wibawa dari pengirimnya. Dalam dunia ‘bisnis’ maupun ‘dinas’
instansi pemerintahan, dokumentasi surat sangatlah penting dilakukan, karena
surat yang keluar/masuk dapat dijadikan sebagai :
1. Bukti
otentik tertulis dan mempunyai kekuatan hukum yang sifatnya mengikat, misalnya
: Surat Perjanjian, Kuitansi, Bukti tanda terima, Faktur, dan sebagainya.
2. Sebagai
Referensi, dalam merencanakan atau menindaklanjuti suatu aktivitas tertentu.
Misalnya : Kumpulan surat yang didokumentasikan dan diarsipkan dengan baik
merupakan sumber data yang kelak akan diperlukan dalam kegiatan perencanaan
maupun untuk menentukan sikap, menindaklanjuti suatu kegiatan/keputusan
tertentu.
3. Jaminan
Keamanan dan Kepemilikan, missal : Surat Jalan, Sertifikat dll.
4. Sarana
Promosi (Iklan) bagi pihak pengirim, khususnya dalam banyak jenis surat-surat
penawaran bisnis seperti brosur, leaflet, price list dan sebagainya.
5. Sarana
efektif untuk mengatasi kendala waktu, jarak dan tenaga. Dll.
Surat yang Baik
Penulis surat dapat menyusun surat yang
baik dan benar dalam aktifitas korespondensi bisnis apabila penulis surat tersebut
mengetahui adanya beberapa syarat maupun ciri-ciri tertentu dari sebuah surat
yang baik. Berikut ini beberapa syarat dan ciri-ciri dari surat yang baik
tersebut:
a. Bentuk
surat harus disesuaikan dengan isi, pesan dan tingkat urgensinya
b. Bahasa
yang dipergunakan tidak boleh kasar atau menyinggung perasaan, dan tetap
menjaga sopan santun.
c. Kalimat-kalimat
dalam surat harus mematuhi kaidah-kaidah tata bahasa Indonesia yang benar
(EYD). Oleh sebab itu pengetahuan mengenai tata bahasa yang baik dan benar mutlak
dibutuhkan.
d. Isi
Surat tidak perlu terlalu panjang dan bertele-tele, tetapi menggunakan bahasa
yang efisien, efektif dan lugas namun harus tetap menjaga etika kesopanan
sehingga menjadi lebih mudah dipahami dan berkesan mendalam.
Dalam
penyusunan ‘surat’ yang sifatnya ‘dinas’ atau ‘resmi’ penulis surat juga perlu
memperhatikan beberapa hal berikut ini :
a. Mempersiapkan
dan merencanakan rancangan surat dengan baik (draft)
b. Menetapkan
dan menguasai permasalahan yang akian diungkapkan
c. Menetapkan
bahan rujukan : dokumen/arsip dan berbagai macam data pendukung yang diperlukan
Pentingnya Korespondensi Bisnis
Beberapa survey mengenai transaksi
bisnis internasional menjelaskan bahwa sekitar 80% kegiatan komunikasi &
Interaksi bisnis ekspor-impor biasanya dilakukan melalui korespondensi (surat
menyurat) terutama melalui sarana teleks, faxcimili dan terutama sekali lewat
e-mail. Sedangkan sisanya biasanya dilakukan melalui negosiasi tatap muka
langsung ‘face to face negotiation’. Hal ini berarti bahwa korespondensi memegang
peranan yang amat penting dalam perdagangan international pada umumnya.
Hasil negosiasi tatap muka ‘face to face negotiation’ pada akhirnya juga akan dirumuskan dan didokumentasikan dalam bentuk surat menyurat atau korespondensi. Karena hasil pertemuan tatap muka dari kedua belah pihak yang bernegosiasi akan dituangkan dalam bentuk catatan ‘notulen’ atau minutes. Notulen sebagai catatan tertulis tersebut biasanya akan diparaf (diberi initial) dari masing-masing pihak yang bernegosiasi, sebagai tanda kesepakatan sementara.
Apabila perundingan tersebut dilakukan dalam beberapa kali tatap muka dan berkesinambungan, maka semua catatan notulen dari setiap pertemuan tersebut akan dituangkan dalam suatu kesimpulan akhir yang disebut dengan “Persetujuan Prinsip” atau Memorandum Of Understanding yang dikenal dengan singkatan ‘MOU’. MOU tersebut selanjutnya akan ditandatangani bersama oleh kedua belah pihak yang membuat kesepakatan dalam suatu upacara sederhana yang disebut dengan ‘Assigment of MOU’.
Dengan demikian jelaslah bahwa kendatipun suatu
transaksi dilakukan dengan cara tatap muka, pada akhirnya tetap akan dirumuskan
dalam bentuk tertulis, atau dalam bentuk dokumen surat menyurat. Maka cara
apapun yang dipakai dalam transaksi apakah melalui korespondensi atau negosiasi
tatap muka, pada akhirnya korespondensi tetap akan memegang peranan yang
terpenting, sebab tanpa adanya korespondensi baik melalui media surat biasa,
teleks, faksimili, email, dll maka suatu transaksi perdagangan khususnya
ekspor-impor rasanya mustahil dapat dilaksanakan.
Korespondensi
dan Citra Baik (Favourable Image)
Pada prakteknya hampir
sebagian besar relasi bisnis kita bisa jadi hanya mengenal perusahaan kita
melalui surat-surat (brosur, leaflet, price list) yang telah kita kirimkan.
Mereka tidak menganal kita secara pribadi atau personal. Oleh karena itu,
desain bentuk dan isi surat mulai dari kop surat, isi surat dan bahasa yang
digunakan akan menjadi cerminan awal dari eksistensi perusahaan kita.
Citra perusahaan pada tahap awal perkenalan mungkin sekilas hanya diwakili oleh bentuk sampul amplop ataupun kop suratnya, oleh karena itu desain amplop maupun kop surat perlu dibuat dengan desain yang anggun dan indah yang dapat memberikan informasi dasar mengenai perusahaan, terutama yang dapat menunjukkan sejauh mana integritas dan bonafiditas perusahaan
Korespondensi
dan Reputasi (Good Reputation)
Apabila perusahaan kita
telah mendapatkan pesanan pertama (first order = trial order) maka hal ini
berarti kita mulai memasuki tahap yang amat penting dalam kehidupan usaha
bisnis tersebut. Pesanan pertama merupakan ujian atas bonafiditas perusahaan,
dan salah satu ukuran yang dapat dipakai adalah apakah perusahaan dapat
memegang komitmen, khususnya tentang ‘tepat mutu dan tepat waktu’ sebagaimana
yang disepakati dalam dokumen ‘MOU’.
Korespondensi
dan Kepercayaan (Reliability)
Citra yang baik muncul dari
penampilan lahir yang baik, sedangkan reputasi yang baik akan terlahir dari
kemampuan perusahaan dalam memegang janji komitmen atau dalam menunjukkan
kinerja yang baik. Apabila perusahaan dapat mencapai kedua sasaran diatas maka
secara otomatis para pelanggan akan menaruh kepercayaan kepada perusahaan dalam
aktifitas transaksi bisnisnya. Peranan korespondensi sangatlah penting untuk
dapat menunjang mewujudkan tercapainya ketiga sasaran tersebut yaitu
tercapainya : citra, reputasi dan kepercayaan dari mitra bisnis perusahaan.
Etika
Korespondensi
Berdasarkan uraian
diatas telah kita ketahui betapa pentingnya peranan korespondensi dalam
menunjang aktifitas bisnis perusahaan, berikut ini adalah beberapa hal yang
perlu dikemukakan berkaitan dengan ‘tata cara dan etika’ dalam korespondensi
bisnis, antara lain:
1. Isi Surat
Tujuan dari setiap
korespondensi adalah mengkomunikasikan atau menyampaikan pesan, amanat, berita
maupun informasi dan data kepada relasi bisnis kita dengan baik dan benar serta
dengan cara yang sopan. Pada dasarnya ‘isi surat’ yang baik harus memenuhi tiga
syarat sebagai berikut :
a. Jelas,
isi pesan dan berita yang disampaikan
b. Tepat
(data & informasi), terlebih apabila menyangkut angka-angka.
c.
Benar (tata bahasanya)
serta singkat padat penyampaiannya.
2. Bahasa yang Baik dan Benar
Kata-kata, kalimat dan
bahasa yang dipakai dalam korespondensi harus memenuhi persyaratan sebagai
berikut :
a.
Jelas ejaannya, biasakan menggunakan
kata-kata yang tepat untuk konteks kalimat tertentu, jika diperlukan anda dapat
menggunakan kamus untuk mencari kata-kata yang tepat (terutama untuk
korespondensi yang berbahasa Inggris)
b.
Tidak menggunakan kata-kata yang mempunyai
arti ganda dan bias menimbulkan kerancuan salah penafsiran yang membingungkan
penerima surat.
c.
Gunakan tata bahasa yang runtut dan
tidak perlu menambahi dengan embel-embel dan basa-basi yang tidak diperlukan.
Pada dasarnya gramatika bahasa Inggris hamper sama dengan bahasa Indonesia,
karena itu jika kita dapat menyusun kalimat bahasa Indonesia yang baik dan
benar, maka akan sangat mudah untuk dapat ditrabslate atau diterjemahkan
kedalam bahasa Inggris dengan baik dan benar pula.
3. Tulis dan Ketik yang Rapi
Ingatlah selalu bahwa
surat yang kita kirimkan akan mencerminkan citra diri dan kepribadian kita.
Ketikan atau tulisan yang rapi akan memberikan kesan bahwa penulis surat itu
atau orang yang menandatangani surat itu adalah seorang yang teliti, bersih, rapih
dan efisien. Hindari penggunaan penghapus (tip-ex) atau correction pen, karena
surat bisnis resmi harus bias menampilkan ketelitian dan keprofesionalan
pengirimnya.
4. Perhatikan Tata Letak Surat
Susunan isi surat dan
lay outnya pada umumnya dapat dibagi-bagi dalam beberapa bagian sebagai berikut
:
a. Ruang
referensi,
b. ruang
nama & alamat,
c. kalimat
pembuka,
d. Isi
surat,
e. kalimat
penutup,
f. nama
pengirim,
g. tanda
tangan pengirim dan jabatan pengirim.
5.
Membaca Kembali (Koreksi)
Sebelum anda
mengirimkan atau menandatangani surat tertentu, terlebih dahulu luangkan waktu
anda untuk membaca kembali surat tersebut, hal ini penting untuk menghindari
kesalahan-kesalahan fatal yang seharusnya tidak perlu terjadi. Jika anda
seorang manajer sebaiknya jangan 100% percayakan urusan korespondensi kepada
sekretaris anda, telitilah sebelum surat tersebut anda tanda tangani, karena
andalah yang menjadi penanggung jawab atas isi surat itu, Ingatlah isi surat
tersebut kelak bisa dijadikan barang bukti di pengadilan apabila terjadi
perselisihan dan sengketa bisnis dengan relasi anda, oleh karena itu baca lagi
dan sekali lagi sebelum anda menandatanganinya.
6. Balas Segera
Usahakan membalas
setiap surat yang masuk ‘segera’ setelah surat itu diterima. Apabila perlu
surat yang masuk dibalas pada hari yang sama. Jangan tunda hingga esok apa yang
bisa anda selesaikan hari ini. Mungkin sebagian besar pelanggan memutuskan
membeli produk dari perusahaan anda bukan atas dasar pertimbangan harga atau
mutu barang, namun lebih didasari oleh kecepatan pelayanan dan perhatian kita
terhadap kepuasan kebutuhan pelanggan.
Segeralah berikan respon jawaban atas pesanan yang masuk, lazimnya jawaban sementara atas pesanan yang masuk meskipun hanya berupa pemberitahuan bahwa surat pesanan yang dikirim pelanggan sudah kita terima disebut Acknowlwdgement Receipt, selanjutnya paling lambat 7 hari kerja sejak surat pemesanan diterima kita sudah harus dapat memberikan jawaban & kepastian tentang bisa tidaknya pesanan tersebut dipenuhi.
Referensi :
Nawangsari, Sri. Komunikasi
Bisnis. Jakarta: Gunadarma.
Yuliantri, R. A. Etika
dan Komunikasi Wawancara. Retrieved May 26, 2016 from http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Rhoma%20Dwi%20Aria%20Yuliantri,%20S.Pd.,%20M.Pd./Etika%20dan%20Komunikasi%20Wawancara.pdf
Hais, Dama. EFEKTIVITAS KOMUNIKASI
DAN NEGOSIASI DALAM BISNIS. retrieved May 26 2016 from repository.ung.ac.id/get/.../Efektivitas-Komunikasi-dan-Negosiasi-Dalam-Bisnis.pdf
NAMA KELOMPOK :
1. DESY RAHMAWATI ( 12214803 )
2. DIAN NURAJIFAH ( 12214988 )
3. EKA RITA FITRIYANI ( 13214439 )
4. WIJI ROMANTI ( 1C214227 )




0 komentar:
Posting Komentar