Aku Ingin Menciummu Sekali Saja

Aku Ingin Menciummu Sekali Saja

Review:
Aku Ingin Menciummu Sekali Saja menceritakan tentang seorang remaja Papua (Arnold, 15 tahun), yang bertemu dengan seorang wanita (diperankan oleh Lulu Tobing) di sebuah pelabuhan dan terobsesi untuk mencium wanita tersebut. Pada saat yang bersamaan, ayahnya (Bertold, 41 tahun), seorang aktifis dan instruktur tarian Kasuari diburu oleh beberapa orang tak dikenal karena aktfitas politiknya untuk meminta keadilan atas penahanan Theys H. Eluay, Ketua Dewan Presidium Papua. Berbagai macam insiden terjadi pada saat yang bersamaan, seperti kematian Theys Eluay setelah penculikannya dan perubahan sikap teman-teman Arnold. Sonya menjadi memiliki rasa kebencian rasialisme yang tinggi, sedangkan Minus kehilangan kemampuannya untuk bersiul, keahlian yang sangat berarti buatnya. Sementara itu, Bertold memilih untuk bersembunyi karena dia takut akan dikejar dan dibunuh seperti Theys. Obsesi Arnold untuk mencium wanita di pelabuhan itu tiba-tiba menjadi alur cerita untuk menunjukan karakter setiap peran di film tersebut, seperti ketika wanita di pelabuhan yang dikejar Arnold dan selalu menangis digambarkan selalu berusaha menemukan kalimat "Jangan Takut..." yang beberapa kali disebutkan di Injil, dan sebagainya.

Analisis :
Kekuatan film ini terletak pada penyajian penggalan-penggalan kisah setiap karakter yang secara kebetulan disatukan dengan sebuah pemaknaan tentang tanah Papua. Film ini banyak mengekspos nilai-nilai kehidupan di tanah Papua. Beberapa pemeran seperti wanita misterius (Lulu Tobing), Sonya, dan ibu Arnold sering mengekspresikan perasaan sedih mereka lewat tangisan dan air mata. Peran ini merepresentasikan 'tanah papua' (rakyat Papua) yang sering menagis merasa ditindas.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Aku_Ingin_Menciummu_Sekali_Saja

Nama : Wiji Romanti
Kelas : 1EA37
NPM : 1C214227

0 komentar:

Posting Komentar