Manusia Dan Harapan

Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan agar sesuatu hal itu terjadi dan terwujud. Setiap manusia pasti memiliki harapan atau yang biasa disebut dengan cita-cita. Harapan atau cita-cita pasti dapat tercapai apabila kita selalu mau berusaha dan bersungguh-sungguh, walaupun pada akhirnya Allah yang menentukan.

Setiap manusia  pasti memiliki harapan yang berbeda-beda dan adapun mempunyai harapan yang sama dengan tujuan yang sama. Berharap dan harapan itu memiliki arti yang berbeda. Berharap menginginkan sesuatu dengan waktu secepatnya ingin terjadi dan harapan yaitu keinginan sesuatu yang akan terjadi di masa depan atau yang akan datang. Harapan itu ada yang terwujud dan ada yang tidak terwujud bagaimana kita menyikapi harapan itu dengan baik dan berfikir positif terhadap apa yang diinginan. Manusia akan menjadi kecewa apabila apa yang diharapkan tidak sesuai dengan kenyataan.

Harapan ada yang bersal dari hari nuluriah dan ada juga yang berasal dari pikiran. Harapan yang berasal dari hati yaitu harapan agar selamat dan sehat selalu. Sedangkan harapan yanag berasal dari pikiran yaitu harapan atau rasa keingin untuk memiliki sesuatu benda contoh : sepatu, tas, mobil.

Manurut macamnya, ada harapan optimis dan juga harapan pesimis. Harapan yang optimis artinya, sesuatu yang akan terjadi itu sudah memberikan tanda-tanda yang dapat dianalisis secara rasional, bahwa sesuatu yang akan terjadi akan muncul. Dalam harapan yang pesimis, ada tanda-tanda rasional tidak akan terjadi.

 Manusia dan Harapan
      Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya manusia pasti memiliki harapan yang berbeda-beda dan adapun yang sama. Ada juga manusia yang tidak memiliki harapan dalam hidupnya adalah manusia yang memiliki sifat pesimisme, gampang putus asa, dan mudah meyerah. Manusia tersebut tidak mempunyai tujuan hidup untuk kedepannya dan dia akan selalu mengikuti apa kata takdir berkata, ia hanya bisa ihklas tanpa adanya harapan dan  usaha sama sekali.

       Berharap sebaiknya diiringi juga dengan doa dan kerja keras, agar harapan itu sesuai dengan apa yang kita inginkan. Apabila harapan itu gagal ataupun tidak terwujud dengan waktu yang sudah kita tentukan, janganlah berkecil hati. Ini semua bukan berarti hidup kita berhenti sampai disini saja saat harapan yang ada tidak sesuai dengan dengan keinginan, masih ada harapan-harapan baru yang kita rancang untuk kedepannya.

       Harapan bersifat manusiawi dan dimiliki oleh semua orang. Dalam hubunngannya dengan pendidikan moral, untuk mewujudkan harapan diperlukan hal-hal berikut :
a.       Menentukan harapan yang baik
b.      Mengetahui bagaimana mencapai harapan tersebut 
c.       Mempersiapkan mental untuk menerima segala kemungkinan.
      Dengan begitu manusia dapat menyelaraskan kehidupan antara dunia dan akhirat dan selalu berharap bahwa hari esok lebih baik dari pada hari ini, namun kita harus sadar bahwa harapan tidak selamanya menjadi kenyataan. Kembali lagi kita yang merencanakan Allahlah yang menentukan.

Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan
                Ada dua hal yang mendorong orang hidup berinteraksi dengan manusia lain, yakni dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup. Dorongan kodrat, ialah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Allah.
                Sedangkan dorongan kebutuhan hidup, sudah kodratnya bahwa manusia mempunyai bermacam-macam kebutuhan hidup. Kebutuhan hidup secara fisik maupun rohaniah. Itulah sebab manusia mempunyai harapan yang lebih dari apa yang dia dapatkan sebelumnya.

Kepercayaan
                Kepercayaan berasal dari kata percaya yang berati mengakui atau meyakini kebenaran. Kepercayaan dibedakan menjadi empat bagian, yaitu :
a.       Kepercayaan terhadap Tuhan YME
b.      Kepercayaan terhadap diri sendiri
c.       Kepercayaan terhadap orang lain
d.      Kepercayaan terhadap pemerintah

Motivasi
                 Motivasi dapat datang dari diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Motivasi yang datang dari diri sendiri lebih kuat dan akan lebih bertahan apabila dibandingkan dengan motivasi yang datang dari orang lain dan lingkungan. Karena orang lain dan lingkungan tidak merasakan apa yang sebenernya kita rasakan. Diri kitalah yang merasakan dan diri kita jugalah yang meyelesaikan.

sumber : Makalah Kelompok 8

Nama : Wiji Romanti
NPM : 1C214227
Kelas : 1EA37
Tugas : Ilmu Budaya Dasar





0 komentar:

Posting Komentar